Filosofi Rangginan atau Rengginang

 Rangginan atau daerah lain ada yang menamakan Rengginang, merupakan makananan ringan yang terbuat dari ketan

 Pernahkah anda mencicipi rengginang? makanan tradisional Indonesia yang satu ini memiliki rasa gurih dan renyah. Orang Jawa Barat menyebut makanan ini sebagai "Rangginang". Rasa gurih dan renyah berpadu secara sempurna, sehingga menghasilkan rasa nikmat yang tiada duanya.  

  Di balik rasanya yang gurih dan renyah, ternyata rengginang memiliki filosofi yang menarik. Rengginang merupakan simbol persatuan, karena makanan ini terbuat dari butiran beras ketan yang saling menempel. Sehingga, saling menyatu dan gak mudah terpecah belah.



 Selain itu, rengginang juga simbol ‘kemakmuran’, karena bahan dasarnya terbuat dari nasi atau beras ketan yang menjadi makanan pokok bangsa Indonesia. 

   Rangginan Minar Al Barokah Adalah Salah Satu Produsen Rangginan milik ibu Umi Hawin yang terletak Di dusun Minar Desa Gabel Kecamatan Kauman kabupaten Ponorogo. Karena Terletak di dusun Minar inilah banyak dikenal orang dengan "Rangginan Minar" yang berproduksi lebih dari dua puluh tahun. 

 Mungkin Karena Rangginan Atau Rengginang mengandung filosofi 'persatuan dan kemakmuran'  inilah, di setiap hajatan banyak terdapat rangginan atau rengginang sebagai sajian atau hidangan. Selamat mencoba. 

https://ponorogo.go.id/2017/05/21/rangginan-gurih-dan-renyah/

https://www.kuningankab.go.id/berita/rengginang-makanan-tradisonal-yang-masih-eksis-hingga-kini

https://www.sonora.id/amp/422538892/di-balik-kriuk-rengginang-ternyata-ada-filosofi-yang-menarik?page=2


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Kesaktian Pancasila 2021

Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI)

Hari Sarjana Nasional Diperingati Setiap 29 September